|
Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 3 |
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 3 Air Kelapa sebagai Nata de Coco Nata de coco merupakan bahan makanan yang sangat lezat, yang dimakan dalam berbagai bentuk makanan seperti koktil buah, es krim atau dalam sirup yang sangat baik untuk diet makanan berserat. Secara ringkas skema pembuatan nata de coco dapat dinyatakan sebagai berikut: Air kelapa yang telah disaring (12 mangkuk) → dididihkan → didinginkan → diberi starter Acetobacter xylinum 2 mangkuk, asam asetat glacial 1/2 mangkuk, dan ditambah gula 1 mangkuk → dicampur hingga merata → disimpan selama 14 hari → nata de coco mentah → dipotong-potong, dicuci sampai rasa asam hilang, ditiriskan → ditambahkan sirup gula (2 mangkuk gula, 1 mangkuk air) → di masukkan dalam botol → direbus pada air mendidih 30 menit → nata de coco siap dikemas. Penggunaan Air Kelapa sebagai Penggumpal Lateks Air kelapa mempunyai potensi untuk menurunkan pH lateks dan cukup bersih dari kotoran fisik, apabila air kelapa difermentasikan dengan menggunakan ragi tape maka dapat terbentuk asam asetat atau asam amino yang dapat menggumpalkan lateks. Berdasarkan hasil penelitian Puslitbun Sungai Putih, hasil yang baik untuk menggumpalkan lateks adalah penggunaan air kelapa ditambah ragi 13,5% kemudian dilakukan fermentasi pada suhu 30°C selama 4 hari. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut: a. Siapkan air kelapa b. Tambahkan ragi 13,5% dari volume air kelapa tersebut c. Diamkan/diperam dan ditutup supaya tidak tercampur bahan kotoran lain selama 4 hari Untuk menggumpalkan lateks, dipergunakan 5-10 cc larutan air kelapa tersebut ke dalam setiap 1 liter lateks. Keuntungan yang diperoleh adalah penggumpalan lebih cepat dan tidak mengotori karet sepanjang penanganannya bersih. Nanik Anggoro P Penulis dari BBP2TP Dimuat dalam Tabloid Sinar Tani, 22 – 28 April 2009
|